Halaman

Kamis, 17 Oktober 2013

SEBUT SAJA INI DIARY PRIBADI

Selamat malam, Kamu!


Kurasa, pada malam atau di siang yang entah kamu pasti akan kembali bermain ke halaman ini,
karenanya kutulis ini untukmu, karena kuyakin pasti kelak akan kamu baca, Nona.


Sayang, kukira usiamu sudah cukup pantas untuk memahami bahwa
"Tak akan ada asap jika tak ada api."


Kamu ngitung, udah berapa kalinya kamu tanya ke aku "Mau udahan?" ?
Hhmmm.. Kamu tahu rasanya itu gimana setelah baca pesan singkatmu itu? Moodku seketika hancur tak berbentuk!
 
Aku heran, betapa pentingnya ego itu buat kamu, sampai sebegitunya kamu mempertahankannya.
Kamu itu egois, Sayang. Dan kamu tahu, ini hanya akan memperkeruh kita.
 
Senang melihatmu cemburu. Bukan berarti aku sengaja membuatmu demikian.
Hanya saja, aku merasa terlihat lebih pantas untuk kamu.

Menjadi yang kamu inginkan adalah keinginanku.
Sempurnaku Kamu, Sempurnamu Aku.

Maaf, untuk apapun yang sudah membuatmu merasa bahwa akulah sang perusak moodmu.
Maaf, untuk anggapan burukmu yang tanpa konfirmasi.
Maaf juga, untuk sakit hati yang mungkin tanpa sengaja kutorehkan.

Terima kasih, karena darimu saya banyak belajar tentang bagaimana menghargai.
Bagaimana menjaga hal dan orang berharga dalam hidup.
Bagaimana caranya menjadi lelaki yang perempuan inginkan.
Bagaimana seharusnya lelaki bersikap.
Juga bagaimana seharusnya menjaga komitmen.

Aku boleh minta sesuatu dari kamu?
Dekap aku, seolah esok tak lagi ada aku di dekatmu.

Jumat, 20 September 2013

TENTANG SEBUAH LAGU


Michael Bublé - "Home" 

Sebenernya, nggak ada kenangan yang "nghh" banget sih buat lagu yang satu ini. Ya, emang nggak bisa dipungkiri aku kenal sama lagu ini dari dia yang dulu (Ya dulu. Saya sebut itu masa lalu, atau emmmm.. Mantan! Hehee).
Tapi bagi aku, lagu ini lebih ke seseorang yang selama ini udah bisa balik, udah bisa senyum lagi untuk aku, dan bisa kembali bikin hari-hari aku luar biasa sampai dengan sekarang.

Ada bagian yang menurut aku pas banget buat dia.

"And I feel just like I'm living someone else's life
It's like I just stepped outside
When everything was going right.
And I know just why you could not
Come along with me
This was not your dream
But you always believed in me."

And now, paling nggak bisa bangun pagi kalo nggak disambut sama lagu yang satu ini.

Sekian! Jangan lupa bahagia.

Kamis, 19 September 2013

SESEDERHANA CINTA SESEMPURNA KITA

Sederhananya bahagiaku.
Jemari kita yang bertaut mesra, dan melupakan dunia. 
Tatap bertukar saling, beradu kelingking untuk takkan pernah berpaling.

Bergerak perlahan, dijamah nyaman.

Masih hangat tubuhnya yang kurasa.
Tepat di keningmu yang hangat, kudaratkan kecup lembut penuh hikmat,
atas nama 'menangkan cinta'.

Memandang wajahnya, sejuk, berhijab berbalut jelita.
Damai, tenang, begitu tak berdaya.
Bernafas berat seakan lelah memikul beban dunia.
Ah, begitulah gurat wajah wanita yang amat kucinta.

Senyum ini seketika terkembang tersipu, sesaat
kaudaratkan kecup paling lembut dipipiku.

Masih sangat jelas sekali terasa.
Dekap begitu erat melingkar di lengan,
menyampaikan 'aku mencintaimu, Sayang'.

Melumat pelukanmu, 
dengan erat jemariku, memecahkan rindu.
Mendekapku, seolah esok tak lagi ada aku di dekatmu.

Ya, sesederhana inilah bahagiaku atas dirimu..
Sayang.

Senin, 01 Juli 2013

TENTANG MASA LALU

Ini cerita tentang masa lalu. Masa lalu yang sebenernya gitu-gitu aja. Dateng tiba-tiba, dan pergi juga sesukanya. 
Semua yang ngebaca postingan gue ini pasti pernah ngerasain kangen sama yang namanya masa lalu, ya walaupun itu nggak seharusnya kamu lakuin. 
Menurut gue sih, masa lalu cukup dijadiin pelajaran aja, nggak perlu dijadiin beban. Karna kamu juga pasti udah paham gimana rasanya kalo lagi inget-inget masa lalu, kan?

Mantan. Semua Pasti punya mantan, kan? Iya, kita sebut itu masa lalu.
Sosok dia yang sering kamu kangenin, sekarang di mana?
Sosok dia yang dulunya kamu bangga-banggain, sekarang lagi ngapain?
Sosok dia yang dulunya kamu sayang, kamu cinta, sekarang lagi sama siapa?
Kamu nggak tahu, kan? Iya, kamu udah bukan siapa-siapanya lagi.
Dan mungkin, kamu udah nggak berhak buat tahu tentang dia lagi. 
Lalu, ke mana sosok dia yang dulunya kamu percaya dan kamu anggap mengerti kamu sepenuhnya. Dia udah nggak ada. Dan mungkin sekarang dia udah nggak pernah mau inget-inget lagi tentang kamu.

Pernah nggak sih kamu ngerasain kangen dikangenin sama dia? Kamu masih kangen, tapi mungkin dia udah bahagia sama yang lain. Apa nggak sakit?
Pernah nggak sih ngerasain pengen bareng-bareng lagi sama dia? Kamu masih berharap, tapi dia udah bodoh amat. Apa nggak sakit?
Wajar sih kalo kamu masih sering inget semua tentang dia. Inget cara dia ngebahagiain kamu, cara dia bikin kamu ketawa, ngambeknya dia waktu kamu cuekin, ngambeknya dia waktu cemburu, diemnya dia waktu lagi kangen sama kamu, diemnya dia waktu lagi marah, kamu masih inget, kan? Salut.

Yaudah, kamu tahu kok mana yang nyakitin dan mana yang nggak. Kalo inget dia udah nyakitin, ngapain masih dilakuin? Bukan berarti nggak boleh kangen sama dia sih, karna kangen itu manusia banget. Tapi satu pesan dari gue: "Nggak ada mantan yang nggak nyakitin, dan nggak ada mantan yang nggak bisa buat dilupain."
Sekarang, kamu tahu kan apa yang musti kamu lakuin?
Sekian ya. Keep calm, jangan lupa bahagia.

Jumat, 28 Juni 2013

JANGAN LUPAKAN KITA

Hai, kamu.
Nggak tau deh ini malam ke berapa ya aku mikirin kamu? Nggak keitung sih kayaknya.
Kamu mau tahu nggak, aku lagi ngapain? Aku lagi kangen sama kamu. Meskipun aku ngerasa aku ini siapa.
Apa boleh aku rindu sama kamu? Masih berhak, kah?

Ohya, merindukan seseorang yang nggak merindukan kita itu rasanya nggak enak lho. Beneran.
Apalagi merindukan seseorang yang nggak berhak kita rindukan.

Kamu pasti inget, aku pernah bilang kalo aku benci banget sama jarak. Masih inget, kan? Dan kamu pasti inget juga, aku nggak pernah ngasih alasan kenapa aku benci sama jarak.
Jarak punya cerita sendiri tentang kita. Iya, 'Kita'. Salah satu alasan kenapa aku benci jarak adalah, sebagai tanda bahwa kita pernah ada. Dan pernah merasakan apa itu sedih, cemburu, setia, takut, mempertahankan, dan juga bahagia. Dan sampai sekarang pun, aku juga tetep benci sama jarak.

Dulu pernah ada kita kan, sayang? Pernah ada canda-tawa dan air mata juga, kan? Iya, aku sebut itu kenangan.

Sekarang apapun bahagiamu, itu bahagiaku juga. Meskipun bahagiamu itu lahir bukan dari adanya aku.

Tapi aku percaya. Jangan pernah lupakan kita. Cerita kita, kita yang buat dan cuma kita yang bisa menghapusnya. Jangan pernah benci dan juga jenuh dengan keadaan yang seperti ini.

Berbahagialah di sana. Karna, masih ada waktu untuk aku jatuh cinta lagi.

Terima kasih, jarak.

Minggu, 28 April 2013

UNTUKMU SAJA

Sebelumnya sulit membedakan mana yang aku butuh dan mana yang aku mau. 
Sampai akhirnya diperkenalkan sama kamu. 
Bersisian karna saling membaca rasa, sebatas kata, seindah cinta, dan sesederhana kita.

Aku mensyukuri semua tentang kamu. 
Mengerti seluruh lelah. 
Menerima segala ada, dan juga ketidakberadaan sosokmu yang disekat oleh jarak yang dicumbui rindu.

Bahwa jika bukan dengan dan karna kamu, mungkin aku tidak akan sebahagia ini.
Terima kasih, kamu. Untuk selalu setia menjadi bagian dari kisahku.
Untuk bersabar menunggu kita untuk dipersatukan.
 Juga kepadaku, kamu telah mempercayakan masa depan. 
Demi cinta, aku berterima kasih untuk segalanya.

Jumat, 05 April 2013

LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR)

Soal hati memang nggak ada yang bisa nebak. Jatuh cinta kepada siapa, kapan dan dimana. Orang itu dekat ataupun jauh, semuanya punya rindu. Kita sebagai manusia nggak bisa bikin plot hidup sendiri. Kita cuma bisa berusaha dan berdoa, takdir tetep Tuhan yang nentuin. 

Jadi beruntunglah kamu yang jatuh cintanya nggak jauh-jauh. Jadi ya kalo kangen langsung bisa minta ketemu. Itu sih kalo sidia mau ketemu kamu ya, kalo dianya nggak mau itu sih derita kamu, tanggung sendiri gimana rasanya kangen yang nggak dibales. Tapi ya, tetep aja kamu bisa ketemu kapan aja. Soalnya, diluar sana banyak pasangan yang rela mengorbankan dan mempertahankan kesetiaan kepada jarak dan waktu serta rindu yang kadang tak kenal waktu. Iya, mereka LDR (Long Distance Relationship). 

Penikmat cinta kadang nggak peduli sama jarak dan waktu yang membuat mereka terpisah. Jarak yang jauh, waktu yang lama, menghalangi keduanya untuk bertemu. Bahkan, mereka juga rela janjikan kesetiaan untuk bisa saling menyempurnakan, hingga mereka pun tumbuh bersama waktu dan rindu, tentunya pada jarak yang entah kapan mampu untuk ditempuh.

Rindu campur aduk dengan gelisah, rindu jadi sering berantem sama jarak, dan kangen cuma bisa mereka tahan, rindu cuma bisa mereka katakan. 

Mereka yang LDR cuma bisa pasrah pada keadaan ketika salah satu dari mereka atau bahkan kedua-duanya sama-sama merasakan apa itu kangen. Kangen pun mereka tahan, mereka katakan, dan mereka ketik. Udah gitu aja. Sampe-sampe mereka pasrah sama waktu. 

Biar waktu yang menjawab kapan kangen itu bisa bertemu, biar waktu yang menjawab kapan mereka bisa bertemu, dan biar waktu yang menjawab atas pertanyaan mereka tentang apa itu rindu.

Apasih rasanya kangen yang cuma bisa ditahan? Perih dan nggak tau harus ngapain. Jadi buat yang LDR, kalian masih mau lanjut atau nggak itu terserah kalian, tergantung pada gimana kalian ngejalaninnya. Dan buat yang masih lanjut, have fun ya sama nahan kangen dan pura-pura nggak kangennya. 

Gue juga pernah, bahkan sekarang gue ini lagi ngejalanin yang namanya LDR. Iya LDR juga, bisa dibilang begitu. Tapi alhamdulillah, kita masih bisa bertahan. Dan memang nggak bisa dipungkiri, ngasih kabar dan saling ngertiin adalah kunci dari bertahannya kita yang lagi ngejalanin yang namanya LDR. Hilangkan pepatah sesat "nggak ada sinyal, maka tak sayang". Hehehe.. Itu ajasih. Makasih.