Halaman

Sabtu, 05 Juli 2014

BAHAGIAKU ITU KAMU

Entahlah. Aku selalu merasa pintar, bebas, dan merasa menjadi pemenang dalam hal mencintaimu.
Aku tak pernah benar-benar memutar otak saat diriku sendiri bertanya kepadaku "Apa yang membuatmu bertahan padanya?"
Hhmm aku mencintai dan bertahan tanpa alasan, begitu saja segala tentangnya selalu menyita perhatian dan rasanya aku menyerah untuk tak mempertahankannya.

Aku mencintaimu hingga aku tak pernah kehabisan alasan untuk selalu mengorek-ngorek tentangmu, keseharianmu, atau hanya untuk sekedar tahu kabarmu.
Ya begitulah, ada saja faktor yang membuatku selalu ingin tahu. 

Bersama denganmu, tumbuh, menua menjalani hari demi hari, sungguh semuanya tidaklah mudah kita jalani. Bahkan aku pun sudah tak ingat lagi sudah beberapa kali kita bertengkar karna hal kecil yang menurutku terbilang lucu, hingga kata "pisah" rasanya sudah tak asing di beranda perjalanan kita.
Dan apa? Kita masih bertahan bukan? Iya, bertahan.
Mungkin karena rasa sayang terlampau erat kita ikat hingga hati gagal bersinkronisasi dengan otak, atau kita terlalu banyak belajar cara mencintai hingga masing-masing kita tak pernah benar-benar merasa sendiri, walau sudah ada kata sepakat untuk mencapai sebuah pisah.
Hanya bahagia. Iya, bahagia.

Kamu tahu? Aku selalu punya sesederhana cara untuk meredam egoku di tiap pertengkaran kita, sayang. Sekedar menatap fotomu saja dari ponselku, aku merasa runtuh, luluh, dan ingin rasanya sesegera mungkin kudaratkan peluk di tubuhmu. Demi Tuhan aku luluh. 

Ah sudahlah,
Biarkan saja keseluruhanku menyatu dengan tiap remah pesonamu, juga egomu.
Ijinkan aku untuk senantiasa merasa bebas dalam mencintaimu. 
Hingga lonceng ''segerakan halal" berbunyi dan mengakhiri segala pertengkaran tidak penting menjadi dekap paling erat. 
Karena siapalah aku ini, hanyalah seorang lelaki yang pernah kau sebut luka, hingga aku kau sebut dengan cinta setelah kesempatan yang pernah ada.

Dan kau, adalah se-nyata-nyatanya bahagia yang telah hadir dan melekat. 
Kamulah keberadaan nyata di dalam hatiku. 

Sekian. 

Selamat beristirahat, bahagiaku.