Selamat malam, Kamu!
Kurasa, pada malam atau di siang yang entah kamu pasti akan kembali bermain ke halaman ini,
karenanya kutulis ini untukmu, karena kuyakin pasti kelak akan kamu baca, Nona.
Sayang, kukira usiamu sudah cukup pantas untuk memahami bahwa
"Tak akan ada asap jika tak ada api."
Kamu ngitung, udah berapa kalinya kamu tanya ke aku "Mau udahan?" ?
Hhmmm.. Kamu tahu rasanya itu gimana setelah baca pesan singkatmu itu? Moodku seketika hancur tak berbentuk!
Kurasa, pada malam atau di siang yang entah kamu pasti akan kembali bermain ke halaman ini,
karenanya kutulis ini untukmu, karena kuyakin pasti kelak akan kamu baca, Nona.
Sayang, kukira usiamu sudah cukup pantas untuk memahami bahwa
"Tak akan ada asap jika tak ada api."
Kamu ngitung, udah berapa kalinya kamu tanya ke aku "Mau udahan?" ?
Hhmmm.. Kamu tahu rasanya itu gimana setelah baca pesan singkatmu itu? Moodku seketika hancur tak berbentuk!
Aku heran, betapa pentingnya ego itu buat kamu, sampai sebegitunya kamu mempertahankannya.
Kamu itu egois, Sayang. Dan kamu tahu, ini hanya akan memperkeruh kita.
Kamu itu egois, Sayang. Dan kamu tahu, ini hanya akan memperkeruh kita.
Senang melihatmu cemburu. Bukan berarti aku sengaja membuatmu demikian.
Hanya saja, aku merasa terlihat lebih pantas untuk kamu.
Menjadi yang kamu inginkan adalah keinginanku.
Sempurnaku Kamu, Sempurnamu Aku.
Maaf, untuk apapun yang sudah membuatmu merasa bahwa akulah sang perusak moodmu.
Maaf, untuk anggapan burukmu yang tanpa konfirmasi.
Maaf juga, untuk sakit hati yang mungkin tanpa sengaja kutorehkan.
Terima kasih, karena darimu saya banyak belajar tentang bagaimana menghargai.
Bagaimana menjaga hal dan orang berharga dalam hidup.
Bagaimana caranya menjadi lelaki yang perempuan inginkan.
Bagaimana seharusnya lelaki bersikap.
Juga bagaimana seharusnya menjaga komitmen.
Aku boleh minta sesuatu dari kamu?
Dekap aku, seolah esok tak lagi ada aku di dekatmu.
Hanya saja, aku merasa terlihat lebih pantas untuk kamu.
Menjadi yang kamu inginkan adalah keinginanku.
Sempurnaku Kamu, Sempurnamu Aku.
Maaf, untuk apapun yang sudah membuatmu merasa bahwa akulah sang perusak moodmu.
Maaf, untuk anggapan burukmu yang tanpa konfirmasi.
Maaf juga, untuk sakit hati yang mungkin tanpa sengaja kutorehkan.
Terima kasih, karena darimu saya banyak belajar tentang bagaimana menghargai.
Bagaimana menjaga hal dan orang berharga dalam hidup.
Bagaimana caranya menjadi lelaki yang perempuan inginkan.
Bagaimana seharusnya lelaki bersikap.
Juga bagaimana seharusnya menjaga komitmen.
Aku boleh minta sesuatu dari kamu?
Dekap aku, seolah esok tak lagi ada aku di dekatmu.