Halaman

Jumat, 22 Maret 2013

TERUNTUK KAMU

Kudapati kamu yang tak semanis dulu
Tak perlu kamu tutupi, tak perlu kamu berlari
Kamu rapuh, janji 'tuk tetap seiring pun pupus

Tujulah tempat yang menurutmu terbaik
Disaat aku sudah tak lagi menjadi tempat dimana keluh kesahmu ada
Disaat aku sudah tak lagi menjadi ujung daripada rindumu
Dan disaat aku sudah tak jadi alasan untukmu membangun komitmen
Cukup percaya padaku, bahagiamu.. alasanku tersenyum hingga detik ini

Jika suatu saat nanti, bahagia telah kamu temukan
Aku pastikan, aku akan turut bahagia karenanya
Karena bahagiaku adalah ketika kamu bahagia

Kenangan itu pasti ada, seolah fatamorgana di ujung sana
Aku dan kamu, kini telah menjadi dia
Tak ada lagi Kita
Tak ada lagi Komitmen kita

Kamis, 07 Maret 2013

KENAPA HARUS KAMU?

Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Kapan, kepada siapa, dan bagaimana hasilnya. Jadi, kemungkinan cinta itu jatuh di tempat yang salah, pasti ada.

Seperti halnya aku, tadi malam. Aku berbeda dari malam-malam sebelumnya, tadi malam itu hatiku benar-benar merasa dirapikan olehnya.

Aku tulis sebaris kalimat di atas selembar kertas.
"Kenapa harus kamu?"

Aku punya hati, aku punya perasaan. Dan sekarang itu buat kamu.
Aku sekarang punya rindu, aku punya rasa ingin bertemu. Dan sekarang itu punya kamu.

Kenapa harus kamu... Kenapa harus kamu...

Ya Tuhan. Apa hati ini telah yakin memilihnya? Apa hati ini merasa pantas jika bersamanya?
Mencintai orang yang selama ini aku anggap sebagai adikku sendiri, tak pernah ada di pikiranku sebelumnya. Sebegitu bahagia namun juga menyakitkan perasaan ini jatuh kepada orang yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Aku jatuh cinta padanya. Pada seseorang yang tak ku sangka sebelumnya. Sosok dia yang hadir, dia yang datang tanpa permisi. Kenapa harus kamu...

Ah, sudah. Semakin aku cari jawabnya, semakin sakit rasanya. Lebih baik aku nikmati rasa ini. Aku harap kamu bukan bagian dari pelampiasan rasa sakit hatiku sebelumnya. Tapi tak ku sangkal kau lah yang telah berjasa merapikan hatiku.

Aku percaya, itu akan indah pada waktunya, Tuhan yang tahu jawabnya.Yang jelas aku mecintaimu.

SEPUCUK SURAT DARI AYAH DAN IBU

..Anak ku,

Ketika aku semakin tua,
aku berharap kamu
memahami dan memiliki
kesabaran untuk ku

Suatu ketika aku
memecahkan piring,
atau menumpahkan sup di
atas meja,karena
penglihatanku berkurang

Aku harap kamu
tidak memarahiku.

Orang tua itu sensitif

...selalu merasa bersalah
saat kamu berteriak.

Ketika pendengaranku ku
semakin memburuk dan
aku tidak bisa mendengar
apa yang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!"
Mohon ulangi
apa yang kamu katakan
atau menuliskannya.

Maaf, Anak ku.
...Aku semakin tua

Ketika lutut ku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki
kesabaran untuk membantu ku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu
kamu saat masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon, jangan bosan dengan ku.

Ketika aku terus mengulangi
apa yang ku katakan, seperti kaset rusak
Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku,
atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau
berulang-ulang samai kamu mendapatkan apa
yang kamu inginkan.

...Maafkan juga bau ku.
Tercium seperti orang yang sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.
orang tua mudah sakit karena mereka
rentan terhadap dingin.
aku harap, aku tidak terlihat kotor
bagimu...

Apakah kamu ingat,
ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu...
karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel.
.Ini semua bagian dari menjadi tua,.
kamu akan mengerti ketika kamu tua.

Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara

bahkan untuk beberapa menit

aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seseorang pun
untuk diajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.

Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?

aku selalu mendengarkan
apapun yang kamu ceritakan tentang mainan mu.

Ketika Saatnya tiba...
dan aku hanya bisa terbaring,
sakit dan sakit

Aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku.

MAAF

kalau aku sengaja mengompol
atau membuat berantakan.

Aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku.
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama,.

Ketika waktu kematian ku, datang,.
aku harap kamu memegang tangan ku
dan memberikan ku kekuatan
untuk menghadapi kematian.

Dan jangan khawatir...

Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
aku akan berbisik padaNya...
untuk selalu memberikan BERKAH padamu

Karena kamu mencintai, Ibu dan Ayahmu...

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak..

Kami Mencintai Mu,

dengan kasih yang berlimpah,
        IBU DAN AYAH

By pemulihanjiwa.com

Rabu, 06 Maret 2013

TERSADARKAN!

Assalamu'alaikum!

Hai.. Baru bisa posting lagi nih gue setalah bertahun-tahun. Hehehe

Kali ini gue akan share tentang.. Yaa.. bisa dikatakan nasehat lah ya, dari adek gue sendiri yang ternyata peduli dan sayang banget sama gue. sebenernya sih males bahas-bahas ini lagi. Tapi ya menurut gue bisalah ya dijadiin pelajaran buat kita, bahwa di tengah-tengah keterpurukan kita itu selalu ada yang peduli sama kita dan masih banyak yang sayang sama kita (Kayak lagunya Judika ya. Wwkwkwk).
Okedeh untuk mempersingkat paragrap. heheh.. 
Langsung aja deh sob. Cekidot!

"Kak,
Cintailah dirimu jauh LEBIH tinggi dari pada menyayangi apa yang kamu miliki.

Coba deh kakak bayangin perasaan aku kak. Kakak gak tau kan betapa sayangnya aku sama kakak, tapi dia dengan mudahnya menyakiti kakak. Disitu aku juga ngerasain sakit kak :(

Itu karna aku peduli kak. aku sayang sama kakak.

Kakak sudah terlalu lama menyakiti diri kakak sendiri. Mendzholimi diri sendiri itu tidak baik kak, dan aku yakin kakak tahu hal itu. Kakak sadar kan kalo kakak sudah mendzholimi diri kakak sendiri?

Okey, kalo cuma satu kali atau dua kali dia berbuat gitu ke kakak. Tapi ini sudah keterlaluan kak, dia tiap hari gituin kakak. Kakak sadar, kan? Apa itu yang disebut sayang?
Kalo dia sayang sama kakak, gak mungkin dia ngelakuin itu ke kakak terus-menerus, kak. Kakak bisa pikiran itu gak?

Coba tanya hati kakak. Kakak akan lebih tahu dan mengerti apa yang kakak rasain.
Janga tanyain ke aku kak, karna kakak juga sudah tahu kan apa jawabanku.

Cukup yah nunjukkin rasa sayang kakak yang sebesar itu di jejaring sosial untuk dia yang kayak gitu ke kakak. Sumpah, itu terlalu berharga kak. Aku gak mau orang-orang punya penafsiran yang salah tentang kakak.

Jujur, aku nyesek banget kak. Gak terima tiap baca tweet kakak yang sangat meninggikan dia itu. kakak cukup bisa langsung ungkapin ke dia aja kok.

Kakak jangan menyalahkan diri sendiri. Semua sudah diizinkan untuk terjadi.
Satu hal, kakak pantas bahagia. Cukup menyiksa menyiksa diri sendirinya ya. Diluar sana banyak yang menunggu untuk dibahagiain sama kakak!"


Okey, sekian masbroh dan mbakbroh. Semoga bisa dijadikan ikhtibar (Ceileeehh.. bahasanya :"D).
Sekian. Thank's ya.
Wassalamu'alaikum :")