Hai, kamu.
Selamat pagi menjelang siang ya.
Gimana ujiannya hari ini sayang? Lancar kan?
Semoga segalanya diberikan kemudahan ya.
Emmm.. nggak tau kenapa, pagi ini saya ngerasanya ada yang beda.
Ya mungkin karna kamu bilang kangen ke saya tadi malam.
Atau karna kita sudah berhasil memotong jarak jadi lebih dekat.
Ah entahlah. Yang jelas saya sedang nyaman-nyamannya sama perasaan ini.
Dan berharap nggak akan ada perselisian atau kesalahpahaman lagi diantara kita,
yang tentu hanya akan memperkeruh kita, sayang.
Kamu tahu? Saya susah tidur tadi malam.
Ya saya pun nggak tahu kenapa.
Yang jelas saya sadar, saya sedang tenggelam ke dalam lautan kamu.
Bagaimana bisa selamat atau pun keluar dari sana, cara berenang pun saya tak tahu menahu.
Dan perihal lautan kamu, memang dari awal saya tak punya rencana untuk mampu sekedar berenang.
Karna saya tahu, lautan bernama kamu itu akan membawa saya ke dasar laut yang saya sebut itu Bahagia.
Iya, Bahagia.
Di sana saya akan berisitirahat dengan sangat tenang.
Karna kamu, hatimu, sebaik-baiknya makam untuk berpulang, sayang.
Terima kasih sudah mengenalkan saya tentang bahagia, nona.
Terlebih lagi untuk kesempatan yang pernah ada.
Jika bukan dengan dan karna kamu, bahagia pasti tak sejumawa ini.
Semoga segala yang baik senantiasa bersama kamu.
Jangan lupa bahagia, sayang.
Saya sayang kamu.
Selamat pagi menjelang siang ya.
Gimana ujiannya hari ini sayang? Lancar kan?
Semoga segalanya diberikan kemudahan ya.
Emmm.. nggak tau kenapa, pagi ini saya ngerasanya ada yang beda.
Ya mungkin karna kamu bilang kangen ke saya tadi malam.
Atau karna kita sudah berhasil memotong jarak jadi lebih dekat.
Ah entahlah. Yang jelas saya sedang nyaman-nyamannya sama perasaan ini.
Dan berharap nggak akan ada perselisian atau kesalahpahaman lagi diantara kita,
yang tentu hanya akan memperkeruh kita, sayang.
Kamu tahu? Saya susah tidur tadi malam.
Ya saya pun nggak tahu kenapa.
Yang jelas saya sadar, saya sedang tenggelam ke dalam lautan kamu.
Bagaimana bisa selamat atau pun keluar dari sana, cara berenang pun saya tak tahu menahu.
Dan perihal lautan kamu, memang dari awal saya tak punya rencana untuk mampu sekedar berenang.
Karna saya tahu, lautan bernama kamu itu akan membawa saya ke dasar laut yang saya sebut itu Bahagia.
Iya, Bahagia.
Di sana saya akan berisitirahat dengan sangat tenang.
Karna kamu, hatimu, sebaik-baiknya makam untuk berpulang, sayang.
Terima kasih sudah mengenalkan saya tentang bahagia, nona.
Terlebih lagi untuk kesempatan yang pernah ada.
Jika bukan dengan dan karna kamu, bahagia pasti tak sejumawa ini.
Semoga segala yang baik senantiasa bersama kamu.
Jangan lupa bahagia, sayang.
Saya sayang kamu.