Halaman

Jumat, 28 Juni 2013

JANGAN LUPAKAN KITA

Hai, kamu.
Nggak tau deh ini malam ke berapa ya aku mikirin kamu? Nggak keitung sih kayaknya.
Kamu mau tahu nggak, aku lagi ngapain? Aku lagi kangen sama kamu. Meskipun aku ngerasa aku ini siapa.
Apa boleh aku rindu sama kamu? Masih berhak, kah?

Ohya, merindukan seseorang yang nggak merindukan kita itu rasanya nggak enak lho. Beneran.
Apalagi merindukan seseorang yang nggak berhak kita rindukan.

Kamu pasti inget, aku pernah bilang kalo aku benci banget sama jarak. Masih inget, kan? Dan kamu pasti inget juga, aku nggak pernah ngasih alasan kenapa aku benci sama jarak.
Jarak punya cerita sendiri tentang kita. Iya, 'Kita'. Salah satu alasan kenapa aku benci jarak adalah, sebagai tanda bahwa kita pernah ada. Dan pernah merasakan apa itu sedih, cemburu, setia, takut, mempertahankan, dan juga bahagia. Dan sampai sekarang pun, aku juga tetep benci sama jarak.

Dulu pernah ada kita kan, sayang? Pernah ada canda-tawa dan air mata juga, kan? Iya, aku sebut itu kenangan.

Sekarang apapun bahagiamu, itu bahagiaku juga. Meskipun bahagiamu itu lahir bukan dari adanya aku.

Tapi aku percaya. Jangan pernah lupakan kita. Cerita kita, kita yang buat dan cuma kita yang bisa menghapusnya. Jangan pernah benci dan juga jenuh dengan keadaan yang seperti ini.

Berbahagialah di sana. Karna, masih ada waktu untuk aku jatuh cinta lagi.

Terima kasih, jarak.