Halaman

Jumat, 05 April 2013

LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR)

Soal hati memang nggak ada yang bisa nebak. Jatuh cinta kepada siapa, kapan dan dimana. Orang itu dekat ataupun jauh, semuanya punya rindu. Kita sebagai manusia nggak bisa bikin plot hidup sendiri. Kita cuma bisa berusaha dan berdoa, takdir tetep Tuhan yang nentuin. 

Jadi beruntunglah kamu yang jatuh cintanya nggak jauh-jauh. Jadi ya kalo kangen langsung bisa minta ketemu. Itu sih kalo sidia mau ketemu kamu ya, kalo dianya nggak mau itu sih derita kamu, tanggung sendiri gimana rasanya kangen yang nggak dibales. Tapi ya, tetep aja kamu bisa ketemu kapan aja. Soalnya, diluar sana banyak pasangan yang rela mengorbankan dan mempertahankan kesetiaan kepada jarak dan waktu serta rindu yang kadang tak kenal waktu. Iya, mereka LDR (Long Distance Relationship). 

Penikmat cinta kadang nggak peduli sama jarak dan waktu yang membuat mereka terpisah. Jarak yang jauh, waktu yang lama, menghalangi keduanya untuk bertemu. Bahkan, mereka juga rela janjikan kesetiaan untuk bisa saling menyempurnakan, hingga mereka pun tumbuh bersama waktu dan rindu, tentunya pada jarak yang entah kapan mampu untuk ditempuh.

Rindu campur aduk dengan gelisah, rindu jadi sering berantem sama jarak, dan kangen cuma bisa mereka tahan, rindu cuma bisa mereka katakan. 

Mereka yang LDR cuma bisa pasrah pada keadaan ketika salah satu dari mereka atau bahkan kedua-duanya sama-sama merasakan apa itu kangen. Kangen pun mereka tahan, mereka katakan, dan mereka ketik. Udah gitu aja. Sampe-sampe mereka pasrah sama waktu. 

Biar waktu yang menjawab kapan kangen itu bisa bertemu, biar waktu yang menjawab kapan mereka bisa bertemu, dan biar waktu yang menjawab atas pertanyaan mereka tentang apa itu rindu.

Apasih rasanya kangen yang cuma bisa ditahan? Perih dan nggak tau harus ngapain. Jadi buat yang LDR, kalian masih mau lanjut atau nggak itu terserah kalian, tergantung pada gimana kalian ngejalaninnya. Dan buat yang masih lanjut, have fun ya sama nahan kangen dan pura-pura nggak kangennya. 

Gue juga pernah, bahkan sekarang gue ini lagi ngejalanin yang namanya LDR. Iya LDR juga, bisa dibilang begitu. Tapi alhamdulillah, kita masih bisa bertahan. Dan memang nggak bisa dipungkiri, ngasih kabar dan saling ngertiin adalah kunci dari bertahannya kita yang lagi ngejalanin yang namanya LDR. Hilangkan pepatah sesat "nggak ada sinyal, maka tak sayang". Hehehe.. Itu ajasih. Makasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar