Tatap bertukar saling, beradu kelingking untuk takkan pernah berpaling.
Bergerak perlahan, dijamah nyaman.
Masih hangat tubuhnya yang kurasa.
Tepat di keningmu yang hangat, kudaratkan kecup lembut penuh hikmat,
atas nama 'menangkan cinta'.
Memandang wajahnya, sejuk, berhijab berbalut jelita.
Damai, tenang, begitu tak berdaya.
Bernafas berat seakan lelah memikul beban dunia.
Ah, begitulah gurat wajah wanita yang amat kucinta.
Senyum ini seketika terkembang tersipu, sesaat
kaudaratkan kecup paling lembut dipipiku.
Masih sangat jelas sekali terasa.
Dekap begitu erat melingkar di lengan,
menyampaikan 'aku mencintaimu, Sayang'.
Bergerak perlahan, dijamah nyaman.
Masih hangat tubuhnya yang kurasa.
Tepat di keningmu yang hangat, kudaratkan kecup lembut penuh hikmat,
atas nama 'menangkan cinta'.
Memandang wajahnya, sejuk, berhijab berbalut jelita.
Damai, tenang, begitu tak berdaya.
Bernafas berat seakan lelah memikul beban dunia.
Ah, begitulah gurat wajah wanita yang amat kucinta.
Senyum ini seketika terkembang tersipu, sesaat
kaudaratkan kecup paling lembut dipipiku.
Masih sangat jelas sekali terasa.
Dekap begitu erat melingkar di lengan,
menyampaikan 'aku mencintaimu, Sayang'.
Melumat pelukanmu,
dengan erat jemariku, memecahkan rindu.
Mendekapku, seolah esok tak lagi ada aku di dekatmu.
Ya, sesederhana inilah bahagiaku atas dirimu..
Sayang.
Ya, sesederhana inilah bahagiaku atas dirimu..
Sayang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar