Halaman

Senin, 01 Juli 2013

TENTANG MASA LALU

Ini cerita tentang masa lalu. Masa lalu yang sebenernya gitu-gitu aja. Dateng tiba-tiba, dan pergi juga sesukanya. 
Semua yang ngebaca postingan gue ini pasti pernah ngerasain kangen sama yang namanya masa lalu, ya walaupun itu nggak seharusnya kamu lakuin. 
Menurut gue sih, masa lalu cukup dijadiin pelajaran aja, nggak perlu dijadiin beban. Karna kamu juga pasti udah paham gimana rasanya kalo lagi inget-inget masa lalu, kan?

Mantan. Semua Pasti punya mantan, kan? Iya, kita sebut itu masa lalu.
Sosok dia yang sering kamu kangenin, sekarang di mana?
Sosok dia yang dulunya kamu bangga-banggain, sekarang lagi ngapain?
Sosok dia yang dulunya kamu sayang, kamu cinta, sekarang lagi sama siapa?
Kamu nggak tahu, kan? Iya, kamu udah bukan siapa-siapanya lagi.
Dan mungkin, kamu udah nggak berhak buat tahu tentang dia lagi. 
Lalu, ke mana sosok dia yang dulunya kamu percaya dan kamu anggap mengerti kamu sepenuhnya. Dia udah nggak ada. Dan mungkin sekarang dia udah nggak pernah mau inget-inget lagi tentang kamu.

Pernah nggak sih kamu ngerasain kangen dikangenin sama dia? Kamu masih kangen, tapi mungkin dia udah bahagia sama yang lain. Apa nggak sakit?
Pernah nggak sih ngerasain pengen bareng-bareng lagi sama dia? Kamu masih berharap, tapi dia udah bodoh amat. Apa nggak sakit?
Wajar sih kalo kamu masih sering inget semua tentang dia. Inget cara dia ngebahagiain kamu, cara dia bikin kamu ketawa, ngambeknya dia waktu kamu cuekin, ngambeknya dia waktu cemburu, diemnya dia waktu lagi kangen sama kamu, diemnya dia waktu lagi marah, kamu masih inget, kan? Salut.

Yaudah, kamu tahu kok mana yang nyakitin dan mana yang nggak. Kalo inget dia udah nyakitin, ngapain masih dilakuin? Bukan berarti nggak boleh kangen sama dia sih, karna kangen itu manusia banget. Tapi satu pesan dari gue: "Nggak ada mantan yang nggak nyakitin, dan nggak ada mantan yang nggak bisa buat dilupain."
Sekarang, kamu tahu kan apa yang musti kamu lakuin?
Sekian ya. Keep calm, jangan lupa bahagia.

Jumat, 28 Juni 2013

JANGAN LUPAKAN KITA

Hai, kamu.
Nggak tau deh ini malam ke berapa ya aku mikirin kamu? Nggak keitung sih kayaknya.
Kamu mau tahu nggak, aku lagi ngapain? Aku lagi kangen sama kamu. Meskipun aku ngerasa aku ini siapa.
Apa boleh aku rindu sama kamu? Masih berhak, kah?

Ohya, merindukan seseorang yang nggak merindukan kita itu rasanya nggak enak lho. Beneran.
Apalagi merindukan seseorang yang nggak berhak kita rindukan.

Kamu pasti inget, aku pernah bilang kalo aku benci banget sama jarak. Masih inget, kan? Dan kamu pasti inget juga, aku nggak pernah ngasih alasan kenapa aku benci sama jarak.
Jarak punya cerita sendiri tentang kita. Iya, 'Kita'. Salah satu alasan kenapa aku benci jarak adalah, sebagai tanda bahwa kita pernah ada. Dan pernah merasakan apa itu sedih, cemburu, setia, takut, mempertahankan, dan juga bahagia. Dan sampai sekarang pun, aku juga tetep benci sama jarak.

Dulu pernah ada kita kan, sayang? Pernah ada canda-tawa dan air mata juga, kan? Iya, aku sebut itu kenangan.

Sekarang apapun bahagiamu, itu bahagiaku juga. Meskipun bahagiamu itu lahir bukan dari adanya aku.

Tapi aku percaya. Jangan pernah lupakan kita. Cerita kita, kita yang buat dan cuma kita yang bisa menghapusnya. Jangan pernah benci dan juga jenuh dengan keadaan yang seperti ini.

Berbahagialah di sana. Karna, masih ada waktu untuk aku jatuh cinta lagi.

Terima kasih, jarak.

Minggu, 28 April 2013

UNTUKMU SAJA

Sebelumnya sulit membedakan mana yang aku butuh dan mana yang aku mau. 
Sampai akhirnya diperkenalkan sama kamu. 
Bersisian karna saling membaca rasa, sebatas kata, seindah cinta, dan sesederhana kita.

Aku mensyukuri semua tentang kamu. 
Mengerti seluruh lelah. 
Menerima segala ada, dan juga ketidakberadaan sosokmu yang disekat oleh jarak yang dicumbui rindu.

Bahwa jika bukan dengan dan karna kamu, mungkin aku tidak akan sebahagia ini.
Terima kasih, kamu. Untuk selalu setia menjadi bagian dari kisahku.
Untuk bersabar menunggu kita untuk dipersatukan.
 Juga kepadaku, kamu telah mempercayakan masa depan. 
Demi cinta, aku berterima kasih untuk segalanya.

Jumat, 05 April 2013

LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR)

Soal hati memang nggak ada yang bisa nebak. Jatuh cinta kepada siapa, kapan dan dimana. Orang itu dekat ataupun jauh, semuanya punya rindu. Kita sebagai manusia nggak bisa bikin plot hidup sendiri. Kita cuma bisa berusaha dan berdoa, takdir tetep Tuhan yang nentuin. 

Jadi beruntunglah kamu yang jatuh cintanya nggak jauh-jauh. Jadi ya kalo kangen langsung bisa minta ketemu. Itu sih kalo sidia mau ketemu kamu ya, kalo dianya nggak mau itu sih derita kamu, tanggung sendiri gimana rasanya kangen yang nggak dibales. Tapi ya, tetep aja kamu bisa ketemu kapan aja. Soalnya, diluar sana banyak pasangan yang rela mengorbankan dan mempertahankan kesetiaan kepada jarak dan waktu serta rindu yang kadang tak kenal waktu. Iya, mereka LDR (Long Distance Relationship). 

Penikmat cinta kadang nggak peduli sama jarak dan waktu yang membuat mereka terpisah. Jarak yang jauh, waktu yang lama, menghalangi keduanya untuk bertemu. Bahkan, mereka juga rela janjikan kesetiaan untuk bisa saling menyempurnakan, hingga mereka pun tumbuh bersama waktu dan rindu, tentunya pada jarak yang entah kapan mampu untuk ditempuh.

Rindu campur aduk dengan gelisah, rindu jadi sering berantem sama jarak, dan kangen cuma bisa mereka tahan, rindu cuma bisa mereka katakan. 

Mereka yang LDR cuma bisa pasrah pada keadaan ketika salah satu dari mereka atau bahkan kedua-duanya sama-sama merasakan apa itu kangen. Kangen pun mereka tahan, mereka katakan, dan mereka ketik. Udah gitu aja. Sampe-sampe mereka pasrah sama waktu. 

Biar waktu yang menjawab kapan kangen itu bisa bertemu, biar waktu yang menjawab kapan mereka bisa bertemu, dan biar waktu yang menjawab atas pertanyaan mereka tentang apa itu rindu.

Apasih rasanya kangen yang cuma bisa ditahan? Perih dan nggak tau harus ngapain. Jadi buat yang LDR, kalian masih mau lanjut atau nggak itu terserah kalian, tergantung pada gimana kalian ngejalaninnya. Dan buat yang masih lanjut, have fun ya sama nahan kangen dan pura-pura nggak kangennya. 

Gue juga pernah, bahkan sekarang gue ini lagi ngejalanin yang namanya LDR. Iya LDR juga, bisa dibilang begitu. Tapi alhamdulillah, kita masih bisa bertahan. Dan memang nggak bisa dipungkiri, ngasih kabar dan saling ngertiin adalah kunci dari bertahannya kita yang lagi ngejalanin yang namanya LDR. Hilangkan pepatah sesat "nggak ada sinyal, maka tak sayang". Hehehe.. Itu ajasih. Makasih.

Rabu, 03 April 2013

SELAMAT HARI LAHIR

Selamat hari lahir, sayang.
Maaf kalo selama ini aku telah gagal jadi kakak yang baik buat kamu.
Maaf kalo selama ini aku belum bisa jadi pembimbing yang bijak sebijak beliau, ayahandamu.

Aku sering sekali mengecewakanmu, hingga untuk sedekar mengenal diri sendiri aku tidak sanggup. Dan tentu, aku sudah membuatmu sedih karna itu.
Aku pernah dan bahkan sering tak memperdulikan sayangnya kamu ke aku.

Tapi aku tahu, tanpa perlu aku minta maaf, kamu pasti udah maafin aku.
Maaf ya sayang, aku tidak bisa merangkai kata seindah kata-kata yang pernah kamu rangkai.
Aku juga tidak sepeduli kamu yang peduli sama aku.
Dari awal aku tidak tahu mau memulai ini dengan kata-kata seperti apa.
Nentuin diksi yang pantas pun aku bingung.

Yaudah, dek. Intinya aku sayang banget sama kamu. Aku cuma pengen dengan bertambahnya tingkat usia kamu, bertambah pula kedewasaan kamu, tetap jadi kebanggan orangtua kamu, jadi kebanggaan temen-temen kamu, pun jadi kebanggaan kakak juga.

Tuhan, satu pintaku. Beri kekuatan, kesehatan, dan kebahagiaan yang berlimpah buat adikku di umurnya yang ke sekian ini. Senantiasa dampingilah ia, Tuhan. Agar ia selalu terlindungi dibawah ma'unnah dari sisiMU. Dan Tuhan, semoga aku akan dapat memberikan kebahagiaan sebagaimana dia berikan seutuh-utuhnya kebahagiaan buat aku.

Selamat hari lahir, sayang. Mungkin inilah sebentuk kado yang mungkin bisa aku kasih ke kamu, adikku. Berharap kamu membaca ketikan yang mungkin tak ada nilainya ini.
Sekali lagi maaf untuk semua sifat dan sikapku yang mungkin sering membuatmu kecewa.
Tapi satu hal, sayang. Aku sangat mencintai kamu. Jaga komitmen kita ya, sayang.

Jumat, 22 Maret 2013

TERUNTUK KAMU

Kudapati kamu yang tak semanis dulu
Tak perlu kamu tutupi, tak perlu kamu berlari
Kamu rapuh, janji 'tuk tetap seiring pun pupus

Tujulah tempat yang menurutmu terbaik
Disaat aku sudah tak lagi menjadi tempat dimana keluh kesahmu ada
Disaat aku sudah tak lagi menjadi ujung daripada rindumu
Dan disaat aku sudah tak jadi alasan untukmu membangun komitmen
Cukup percaya padaku, bahagiamu.. alasanku tersenyum hingga detik ini

Jika suatu saat nanti, bahagia telah kamu temukan
Aku pastikan, aku akan turut bahagia karenanya
Karena bahagiaku adalah ketika kamu bahagia

Kenangan itu pasti ada, seolah fatamorgana di ujung sana
Aku dan kamu, kini telah menjadi dia
Tak ada lagi Kita
Tak ada lagi Komitmen kita

Kamis, 07 Maret 2013

KENAPA HARUS KAMU?

Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Kapan, kepada siapa, dan bagaimana hasilnya. Jadi, kemungkinan cinta itu jatuh di tempat yang salah, pasti ada.

Seperti halnya aku, tadi malam. Aku berbeda dari malam-malam sebelumnya, tadi malam itu hatiku benar-benar merasa dirapikan olehnya.

Aku tulis sebaris kalimat di atas selembar kertas.
"Kenapa harus kamu?"

Aku punya hati, aku punya perasaan. Dan sekarang itu buat kamu.
Aku sekarang punya rindu, aku punya rasa ingin bertemu. Dan sekarang itu punya kamu.

Kenapa harus kamu... Kenapa harus kamu...

Ya Tuhan. Apa hati ini telah yakin memilihnya? Apa hati ini merasa pantas jika bersamanya?
Mencintai orang yang selama ini aku anggap sebagai adikku sendiri, tak pernah ada di pikiranku sebelumnya. Sebegitu bahagia namun juga menyakitkan perasaan ini jatuh kepada orang yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Aku jatuh cinta padanya. Pada seseorang yang tak ku sangka sebelumnya. Sosok dia yang hadir, dia yang datang tanpa permisi. Kenapa harus kamu...

Ah, sudah. Semakin aku cari jawabnya, semakin sakit rasanya. Lebih baik aku nikmati rasa ini. Aku harap kamu bukan bagian dari pelampiasan rasa sakit hatiku sebelumnya. Tapi tak ku sangkal kau lah yang telah berjasa merapikan hatiku.

Aku percaya, itu akan indah pada waktunya, Tuhan yang tahu jawabnya.Yang jelas aku mecintaimu.