Halaman

Minggu, 28 April 2013

UNTUKMU SAJA

Sebelumnya sulit membedakan mana yang aku butuh dan mana yang aku mau. 
Sampai akhirnya diperkenalkan sama kamu. 
Bersisian karna saling membaca rasa, sebatas kata, seindah cinta, dan sesederhana kita.

Aku mensyukuri semua tentang kamu. 
Mengerti seluruh lelah. 
Menerima segala ada, dan juga ketidakberadaan sosokmu yang disekat oleh jarak yang dicumbui rindu.

Bahwa jika bukan dengan dan karna kamu, mungkin aku tidak akan sebahagia ini.
Terima kasih, kamu. Untuk selalu setia menjadi bagian dari kisahku.
Untuk bersabar menunggu kita untuk dipersatukan.
 Juga kepadaku, kamu telah mempercayakan masa depan. 
Demi cinta, aku berterima kasih untuk segalanya.

Jumat, 05 April 2013

LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR)

Soal hati memang nggak ada yang bisa nebak. Jatuh cinta kepada siapa, kapan dan dimana. Orang itu dekat ataupun jauh, semuanya punya rindu. Kita sebagai manusia nggak bisa bikin plot hidup sendiri. Kita cuma bisa berusaha dan berdoa, takdir tetep Tuhan yang nentuin. 

Jadi beruntunglah kamu yang jatuh cintanya nggak jauh-jauh. Jadi ya kalo kangen langsung bisa minta ketemu. Itu sih kalo sidia mau ketemu kamu ya, kalo dianya nggak mau itu sih derita kamu, tanggung sendiri gimana rasanya kangen yang nggak dibales. Tapi ya, tetep aja kamu bisa ketemu kapan aja. Soalnya, diluar sana banyak pasangan yang rela mengorbankan dan mempertahankan kesetiaan kepada jarak dan waktu serta rindu yang kadang tak kenal waktu. Iya, mereka LDR (Long Distance Relationship). 

Penikmat cinta kadang nggak peduli sama jarak dan waktu yang membuat mereka terpisah. Jarak yang jauh, waktu yang lama, menghalangi keduanya untuk bertemu. Bahkan, mereka juga rela janjikan kesetiaan untuk bisa saling menyempurnakan, hingga mereka pun tumbuh bersama waktu dan rindu, tentunya pada jarak yang entah kapan mampu untuk ditempuh.

Rindu campur aduk dengan gelisah, rindu jadi sering berantem sama jarak, dan kangen cuma bisa mereka tahan, rindu cuma bisa mereka katakan. 

Mereka yang LDR cuma bisa pasrah pada keadaan ketika salah satu dari mereka atau bahkan kedua-duanya sama-sama merasakan apa itu kangen. Kangen pun mereka tahan, mereka katakan, dan mereka ketik. Udah gitu aja. Sampe-sampe mereka pasrah sama waktu. 

Biar waktu yang menjawab kapan kangen itu bisa bertemu, biar waktu yang menjawab kapan mereka bisa bertemu, dan biar waktu yang menjawab atas pertanyaan mereka tentang apa itu rindu.

Apasih rasanya kangen yang cuma bisa ditahan? Perih dan nggak tau harus ngapain. Jadi buat yang LDR, kalian masih mau lanjut atau nggak itu terserah kalian, tergantung pada gimana kalian ngejalaninnya. Dan buat yang masih lanjut, have fun ya sama nahan kangen dan pura-pura nggak kangennya. 

Gue juga pernah, bahkan sekarang gue ini lagi ngejalanin yang namanya LDR. Iya LDR juga, bisa dibilang begitu. Tapi alhamdulillah, kita masih bisa bertahan. Dan memang nggak bisa dipungkiri, ngasih kabar dan saling ngertiin adalah kunci dari bertahannya kita yang lagi ngejalanin yang namanya LDR. Hilangkan pepatah sesat "nggak ada sinyal, maka tak sayang". Hehehe.. Itu ajasih. Makasih.

Rabu, 03 April 2013

SELAMAT HARI LAHIR

Selamat hari lahir, sayang.
Maaf kalo selama ini aku telah gagal jadi kakak yang baik buat kamu.
Maaf kalo selama ini aku belum bisa jadi pembimbing yang bijak sebijak beliau, ayahandamu.

Aku sering sekali mengecewakanmu, hingga untuk sedekar mengenal diri sendiri aku tidak sanggup. Dan tentu, aku sudah membuatmu sedih karna itu.
Aku pernah dan bahkan sering tak memperdulikan sayangnya kamu ke aku.

Tapi aku tahu, tanpa perlu aku minta maaf, kamu pasti udah maafin aku.
Maaf ya sayang, aku tidak bisa merangkai kata seindah kata-kata yang pernah kamu rangkai.
Aku juga tidak sepeduli kamu yang peduli sama aku.
Dari awal aku tidak tahu mau memulai ini dengan kata-kata seperti apa.
Nentuin diksi yang pantas pun aku bingung.

Yaudah, dek. Intinya aku sayang banget sama kamu. Aku cuma pengen dengan bertambahnya tingkat usia kamu, bertambah pula kedewasaan kamu, tetap jadi kebanggan orangtua kamu, jadi kebanggaan temen-temen kamu, pun jadi kebanggaan kakak juga.

Tuhan, satu pintaku. Beri kekuatan, kesehatan, dan kebahagiaan yang berlimpah buat adikku di umurnya yang ke sekian ini. Senantiasa dampingilah ia, Tuhan. Agar ia selalu terlindungi dibawah ma'unnah dari sisiMU. Dan Tuhan, semoga aku akan dapat memberikan kebahagiaan sebagaimana dia berikan seutuh-utuhnya kebahagiaan buat aku.

Selamat hari lahir, sayang. Mungkin inilah sebentuk kado yang mungkin bisa aku kasih ke kamu, adikku. Berharap kamu membaca ketikan yang mungkin tak ada nilainya ini.
Sekali lagi maaf untuk semua sifat dan sikapku yang mungkin sering membuatmu kecewa.
Tapi satu hal, sayang. Aku sangat mencintai kamu. Jaga komitmen kita ya, sayang.

Jumat, 22 Maret 2013

TERUNTUK KAMU

Kudapati kamu yang tak semanis dulu
Tak perlu kamu tutupi, tak perlu kamu berlari
Kamu rapuh, janji 'tuk tetap seiring pun pupus

Tujulah tempat yang menurutmu terbaik
Disaat aku sudah tak lagi menjadi tempat dimana keluh kesahmu ada
Disaat aku sudah tak lagi menjadi ujung daripada rindumu
Dan disaat aku sudah tak jadi alasan untukmu membangun komitmen
Cukup percaya padaku, bahagiamu.. alasanku tersenyum hingga detik ini

Jika suatu saat nanti, bahagia telah kamu temukan
Aku pastikan, aku akan turut bahagia karenanya
Karena bahagiaku adalah ketika kamu bahagia

Kenangan itu pasti ada, seolah fatamorgana di ujung sana
Aku dan kamu, kini telah menjadi dia
Tak ada lagi Kita
Tak ada lagi Komitmen kita

Kamis, 07 Maret 2013

KENAPA HARUS KAMU?

Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Kapan, kepada siapa, dan bagaimana hasilnya. Jadi, kemungkinan cinta itu jatuh di tempat yang salah, pasti ada.

Seperti halnya aku, tadi malam. Aku berbeda dari malam-malam sebelumnya, tadi malam itu hatiku benar-benar merasa dirapikan olehnya.

Aku tulis sebaris kalimat di atas selembar kertas.
"Kenapa harus kamu?"

Aku punya hati, aku punya perasaan. Dan sekarang itu buat kamu.
Aku sekarang punya rindu, aku punya rasa ingin bertemu. Dan sekarang itu punya kamu.

Kenapa harus kamu... Kenapa harus kamu...

Ya Tuhan. Apa hati ini telah yakin memilihnya? Apa hati ini merasa pantas jika bersamanya?
Mencintai orang yang selama ini aku anggap sebagai adikku sendiri, tak pernah ada di pikiranku sebelumnya. Sebegitu bahagia namun juga menyakitkan perasaan ini jatuh kepada orang yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Aku jatuh cinta padanya. Pada seseorang yang tak ku sangka sebelumnya. Sosok dia yang hadir, dia yang datang tanpa permisi. Kenapa harus kamu...

Ah, sudah. Semakin aku cari jawabnya, semakin sakit rasanya. Lebih baik aku nikmati rasa ini. Aku harap kamu bukan bagian dari pelampiasan rasa sakit hatiku sebelumnya. Tapi tak ku sangkal kau lah yang telah berjasa merapikan hatiku.

Aku percaya, itu akan indah pada waktunya, Tuhan yang tahu jawabnya.Yang jelas aku mecintaimu.

SEPUCUK SURAT DARI AYAH DAN IBU

..Anak ku,

Ketika aku semakin tua,
aku berharap kamu
memahami dan memiliki
kesabaran untuk ku

Suatu ketika aku
memecahkan piring,
atau menumpahkan sup di
atas meja,karena
penglihatanku berkurang

Aku harap kamu
tidak memarahiku.

Orang tua itu sensitif

...selalu merasa bersalah
saat kamu berteriak.

Ketika pendengaranku ku
semakin memburuk dan
aku tidak bisa mendengar
apa yang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!"
Mohon ulangi
apa yang kamu katakan
atau menuliskannya.

Maaf, Anak ku.
...Aku semakin tua

Ketika lutut ku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki
kesabaran untuk membantu ku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu
kamu saat masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon, jangan bosan dengan ku.

Ketika aku terus mengulangi
apa yang ku katakan, seperti kaset rusak
Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku,
atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau
berulang-ulang samai kamu mendapatkan apa
yang kamu inginkan.

...Maafkan juga bau ku.
Tercium seperti orang yang sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.
orang tua mudah sakit karena mereka
rentan terhadap dingin.
aku harap, aku tidak terlihat kotor
bagimu...

Apakah kamu ingat,
ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu...
karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel.
.Ini semua bagian dari menjadi tua,.
kamu akan mengerti ketika kamu tua.

Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara

bahkan untuk beberapa menit

aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seseorang pun
untuk diajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.

Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?

aku selalu mendengarkan
apapun yang kamu ceritakan tentang mainan mu.

Ketika Saatnya tiba...
dan aku hanya bisa terbaring,
sakit dan sakit

Aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku.

MAAF

kalau aku sengaja mengompol
atau membuat berantakan.

Aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku.
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama,.

Ketika waktu kematian ku, datang,.
aku harap kamu memegang tangan ku
dan memberikan ku kekuatan
untuk menghadapi kematian.

Dan jangan khawatir...

Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
aku akan berbisik padaNya...
untuk selalu memberikan BERKAH padamu

Karena kamu mencintai, Ibu dan Ayahmu...

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak..

Kami Mencintai Mu,

dengan kasih yang berlimpah,
        IBU DAN AYAH

By pemulihanjiwa.com

Rabu, 06 Maret 2013

TERSADARKAN!

Assalamu'alaikum!

Hai.. Baru bisa posting lagi nih gue setalah bertahun-tahun. Hehehe

Kali ini gue akan share tentang.. Yaa.. bisa dikatakan nasehat lah ya, dari adek gue sendiri yang ternyata peduli dan sayang banget sama gue. sebenernya sih males bahas-bahas ini lagi. Tapi ya menurut gue bisalah ya dijadiin pelajaran buat kita, bahwa di tengah-tengah keterpurukan kita itu selalu ada yang peduli sama kita dan masih banyak yang sayang sama kita (Kayak lagunya Judika ya. Wwkwkwk).
Okedeh untuk mempersingkat paragrap. heheh.. 
Langsung aja deh sob. Cekidot!

"Kak,
Cintailah dirimu jauh LEBIH tinggi dari pada menyayangi apa yang kamu miliki.

Coba deh kakak bayangin perasaan aku kak. Kakak gak tau kan betapa sayangnya aku sama kakak, tapi dia dengan mudahnya menyakiti kakak. Disitu aku juga ngerasain sakit kak :(

Itu karna aku peduli kak. aku sayang sama kakak.

Kakak sudah terlalu lama menyakiti diri kakak sendiri. Mendzholimi diri sendiri itu tidak baik kak, dan aku yakin kakak tahu hal itu. Kakak sadar kan kalo kakak sudah mendzholimi diri kakak sendiri?

Okey, kalo cuma satu kali atau dua kali dia berbuat gitu ke kakak. Tapi ini sudah keterlaluan kak, dia tiap hari gituin kakak. Kakak sadar, kan? Apa itu yang disebut sayang?
Kalo dia sayang sama kakak, gak mungkin dia ngelakuin itu ke kakak terus-menerus, kak. Kakak bisa pikiran itu gak?

Coba tanya hati kakak. Kakak akan lebih tahu dan mengerti apa yang kakak rasain.
Janga tanyain ke aku kak, karna kakak juga sudah tahu kan apa jawabanku.

Cukup yah nunjukkin rasa sayang kakak yang sebesar itu di jejaring sosial untuk dia yang kayak gitu ke kakak. Sumpah, itu terlalu berharga kak. Aku gak mau orang-orang punya penafsiran yang salah tentang kakak.

Jujur, aku nyesek banget kak. Gak terima tiap baca tweet kakak yang sangat meninggikan dia itu. kakak cukup bisa langsung ungkapin ke dia aja kok.

Kakak jangan menyalahkan diri sendiri. Semua sudah diizinkan untuk terjadi.
Satu hal, kakak pantas bahagia. Cukup menyiksa menyiksa diri sendirinya ya. Diluar sana banyak yang menunggu untuk dibahagiain sama kakak!"


Okey, sekian masbroh dan mbakbroh. Semoga bisa dijadikan ikhtibar (Ceileeehh.. bahasanya :"D).
Sekian. Thank's ya.
Wassalamu'alaikum :")