Halaman

Jumat, 22 Maret 2013

TERUNTUK KAMU

Kudapati kamu yang tak semanis dulu
Tak perlu kamu tutupi, tak perlu kamu berlari
Kamu rapuh, janji 'tuk tetap seiring pun pupus

Tujulah tempat yang menurutmu terbaik
Disaat aku sudah tak lagi menjadi tempat dimana keluh kesahmu ada
Disaat aku sudah tak lagi menjadi ujung daripada rindumu
Dan disaat aku sudah tak jadi alasan untukmu membangun komitmen
Cukup percaya padaku, bahagiamu.. alasanku tersenyum hingga detik ini

Jika suatu saat nanti, bahagia telah kamu temukan
Aku pastikan, aku akan turut bahagia karenanya
Karena bahagiaku adalah ketika kamu bahagia

Kenangan itu pasti ada, seolah fatamorgana di ujung sana
Aku dan kamu, kini telah menjadi dia
Tak ada lagi Kita
Tak ada lagi Komitmen kita

Kamis, 07 Maret 2013

KENAPA HARUS KAMU?

Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Kapan, kepada siapa, dan bagaimana hasilnya. Jadi, kemungkinan cinta itu jatuh di tempat yang salah, pasti ada.

Seperti halnya aku, tadi malam. Aku berbeda dari malam-malam sebelumnya, tadi malam itu hatiku benar-benar merasa dirapikan olehnya.

Aku tulis sebaris kalimat di atas selembar kertas.
"Kenapa harus kamu?"

Aku punya hati, aku punya perasaan. Dan sekarang itu buat kamu.
Aku sekarang punya rindu, aku punya rasa ingin bertemu. Dan sekarang itu punya kamu.

Kenapa harus kamu... Kenapa harus kamu...

Ya Tuhan. Apa hati ini telah yakin memilihnya? Apa hati ini merasa pantas jika bersamanya?
Mencintai orang yang selama ini aku anggap sebagai adikku sendiri, tak pernah ada di pikiranku sebelumnya. Sebegitu bahagia namun juga menyakitkan perasaan ini jatuh kepada orang yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Aku jatuh cinta padanya. Pada seseorang yang tak ku sangka sebelumnya. Sosok dia yang hadir, dia yang datang tanpa permisi. Kenapa harus kamu...

Ah, sudah. Semakin aku cari jawabnya, semakin sakit rasanya. Lebih baik aku nikmati rasa ini. Aku harap kamu bukan bagian dari pelampiasan rasa sakit hatiku sebelumnya. Tapi tak ku sangkal kau lah yang telah berjasa merapikan hatiku.

Aku percaya, itu akan indah pada waktunya, Tuhan yang tahu jawabnya.Yang jelas aku mecintaimu.

SEPUCUK SURAT DARI AYAH DAN IBU

..Anak ku,

Ketika aku semakin tua,
aku berharap kamu
memahami dan memiliki
kesabaran untuk ku

Suatu ketika aku
memecahkan piring,
atau menumpahkan sup di
atas meja,karena
penglihatanku berkurang

Aku harap kamu
tidak memarahiku.

Orang tua itu sensitif

...selalu merasa bersalah
saat kamu berteriak.

Ketika pendengaranku ku
semakin memburuk dan
aku tidak bisa mendengar
apa yang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!"
Mohon ulangi
apa yang kamu katakan
atau menuliskannya.

Maaf, Anak ku.
...Aku semakin tua

Ketika lutut ku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki
kesabaran untuk membantu ku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu
kamu saat masih kecil, untuk belajar berjalan.

Aku mohon, jangan bosan dengan ku.

Ketika aku terus mengulangi
apa yang ku katakan, seperti kaset rusak
Aku harap kamu terus mendengarkan aku.
Tolong jangan mengejekku,
atau bosan mendengarkanku.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin sebuah balon?
Kamu mengulangi apa yang kamu mau
berulang-ulang samai kamu mendapatkan apa
yang kamu inginkan.

...Maafkan juga bau ku.
Tercium seperti orang yang sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi.
orang tua mudah sakit karena mereka
rentan terhadap dingin.
aku harap, aku tidak terlihat kotor
bagimu...

Apakah kamu ingat,
ketika kamu masih kecil?
Aku selalu mengejar-ngejar kamu...
karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel.
.Ini semua bagian dari menjadi tua,.
kamu akan mengerti ketika kamu tua.

Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara

bahkan untuk beberapa menit

aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seseorang pun
untuk diajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan.

Bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku,
Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu.

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?

aku selalu mendengarkan
apapun yang kamu ceritakan tentang mainan mu.

Ketika Saatnya tiba...
dan aku hanya bisa terbaring,
sakit dan sakit

Aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku.

MAAF

kalau aku sengaja mengompol
atau membuat berantakan.

Aku harap kamu memiliki kesabaran
untuk merawatku.
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku.

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama,.

Ketika waktu kematian ku, datang,.
aku harap kamu memegang tangan ku
dan memberikan ku kekuatan
untuk menghadapi kematian.

Dan jangan khawatir...

Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..
aku akan berbisik padaNya...
untuk selalu memberikan BERKAH padamu

Karena kamu mencintai, Ibu dan Ayahmu...

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak..

Kami Mencintai Mu,

dengan kasih yang berlimpah,
        IBU DAN AYAH

By pemulihanjiwa.com

Rabu, 06 Maret 2013

TERSADARKAN!

Assalamu'alaikum!

Hai.. Baru bisa posting lagi nih gue setalah bertahun-tahun. Hehehe

Kali ini gue akan share tentang.. Yaa.. bisa dikatakan nasehat lah ya, dari adek gue sendiri yang ternyata peduli dan sayang banget sama gue. sebenernya sih males bahas-bahas ini lagi. Tapi ya menurut gue bisalah ya dijadiin pelajaran buat kita, bahwa di tengah-tengah keterpurukan kita itu selalu ada yang peduli sama kita dan masih banyak yang sayang sama kita (Kayak lagunya Judika ya. Wwkwkwk).
Okedeh untuk mempersingkat paragrap. heheh.. 
Langsung aja deh sob. Cekidot!

"Kak,
Cintailah dirimu jauh LEBIH tinggi dari pada menyayangi apa yang kamu miliki.

Coba deh kakak bayangin perasaan aku kak. Kakak gak tau kan betapa sayangnya aku sama kakak, tapi dia dengan mudahnya menyakiti kakak. Disitu aku juga ngerasain sakit kak :(

Itu karna aku peduli kak. aku sayang sama kakak.

Kakak sudah terlalu lama menyakiti diri kakak sendiri. Mendzholimi diri sendiri itu tidak baik kak, dan aku yakin kakak tahu hal itu. Kakak sadar kan kalo kakak sudah mendzholimi diri kakak sendiri?

Okey, kalo cuma satu kali atau dua kali dia berbuat gitu ke kakak. Tapi ini sudah keterlaluan kak, dia tiap hari gituin kakak. Kakak sadar, kan? Apa itu yang disebut sayang?
Kalo dia sayang sama kakak, gak mungkin dia ngelakuin itu ke kakak terus-menerus, kak. Kakak bisa pikiran itu gak?

Coba tanya hati kakak. Kakak akan lebih tahu dan mengerti apa yang kakak rasain.
Janga tanyain ke aku kak, karna kakak juga sudah tahu kan apa jawabanku.

Cukup yah nunjukkin rasa sayang kakak yang sebesar itu di jejaring sosial untuk dia yang kayak gitu ke kakak. Sumpah, itu terlalu berharga kak. Aku gak mau orang-orang punya penafsiran yang salah tentang kakak.

Jujur, aku nyesek banget kak. Gak terima tiap baca tweet kakak yang sangat meninggikan dia itu. kakak cukup bisa langsung ungkapin ke dia aja kok.

Kakak jangan menyalahkan diri sendiri. Semua sudah diizinkan untuk terjadi.
Satu hal, kakak pantas bahagia. Cukup menyiksa menyiksa diri sendirinya ya. Diluar sana banyak yang menunggu untuk dibahagiain sama kakak!"


Okey, sekian masbroh dan mbakbroh. Semoga bisa dijadikan ikhtibar (Ceileeehh.. bahasanya :"D).
Sekian. Thank's ya.
Wassalamu'alaikum :")

Kamis, 19 April 2012

BENTUK & SUSUNAN SHAFF DALAM SHALAT YANG BENAR

Di bawah ini adalah gambar-gambar tata cara membentuk shaf dalam sholat yang benar. Saya mendapatkannya dari blog seorang teman. Yang Insya Allah gambar yang singkat ini bisa menjawab segala hal yang terjadi di masyarakat. Karena kekeliruan yang terus-menurus dilakukan oleh masyarakat. Kita juga wajib memperingatkannya karena ini berhubungan dengan sholat, sedangkan sholat adalah ibadah inti dari umat Islam ini. Maka kita harus menjaga agar sholat kita sempurna.
Semoga bermanfaat…

1. MENYUSUN SHOFF
Hadits dari Abu Mas’ud, dari Nabi ﻢﻠﺳﻭﻪﻴﻠﻋﷲﺍﻰﻠﺻ diriwayatkan bahwa beliau ﻢﻠﺳﻭﻪﻴﻠﻋﷲﺍﻰﻠﺻ bersabda :
“Hendaklah yang ada di belakangku (shaf pertama bagian tengah) adalah kalangan orang dewasa yang berilmu. Kemudian diikuti oleh mereka yang lebih rendah keilmuannya. Kemudian diikuti lagi oleh kalangan yang lebih rendah keilmuannya” (HR. Muslim no. 433).
Hadits ini mengandung faedah bahwa menyusun shaf sesuai dengan urutan keutamaan di belakang imam. Hendaknya di belakang imam adalah orang-orang yang lebih faqih di bidang agama dan lebih bagus hafalan/ bacaannya dalam Al-Qur’an dibandingkan yang lain; sebagaimana imam dipilih berdasarkan yang demikian. Hal tersebut mengandung hikmah bahwa bila sewaktu-waktu imam lupa/salah dalam bacaan Al-Qur’an, makmum dapat mengingatkannya. Atau sewaktu-waktu imam ada udzur syar’i (misal batal, sakit, dan lain-lain) sehingga imam tidak bisa meneruskan shalatnya, maka orang yang di belakangnyalah yang akan maju menggantikan dan meneruskan imam sebelumnya memimpin shalat berjama’ah.
Rasulullah bersabda ;
أتموا الصف المقدم ثم الذي يليه فما كان من نقص فليكن في الصف المؤخر
Sempurnakanlah shaff depan kemudian yang menyandinginya, maka jika ada kekurangan handaklah di shaff yang terakhir (HR. Ahmad)
ان الله وملائكته يصلون على الصف الأول قالوا يا رسول الله وعلى الثاني قال وعلى الثاني
Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat atas shaff yang pertama. Sahabat bertanya ; Dan atas shaff yang kedua wahai Rasulullah?. Nabi Saw berkata ; (Ya), dan atas shaff yang kedua. (HR. Ahmad)
ألا تصفون كما تصف الملائكة عند ربهم قالوا وكيف تصف الملائكة عند ربهم قال يتمون الصف الأول ويتراصون في الصف
Tidakkah kalian berbaris laksana malaikat berbaris di sisi tuhan mereka?! Mereka berkata ; Bagaiman malaikat berbaris di sisi tuhannya? Rasul Saw menjawab ; Mereka menyempurnakan shaff awal dan saling rapat dalam barisan. (HR. Nasa’i)
Rasulullah juga bersabda ;
لو يعلم الناس ما في النداء والصف الأول ثم لم يجدوا إلا أن يستهموا عليه لاستهموا عليه
Kalau seumpama manusia tahu (ganjaran) apa yang terdapat pada Adzan dan shaff pertama, kemudian tidak menemukan (cara) kecuali mengundinya niscaya mereka akan mengundinya. (HR. Bukhari)
Termasuk menyempurnakan shaff awal adalah mengisinya dengan orang-orang alim yang mengerti ilmu agama.
استووا ولا تختلفوا فتختلفَ قلوبُكم ولْيَلِيَنِى منكم أولو الأحلامِ والنُّهى ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم
Samakanlah (shaff) dan jangan berbeda-beda sehingga hati kalian berselisih. Dan hendaklah yang punya akal dan kecerdasan menyandingiku, kemudian yang menyandingi mereka, kemudian yang menyandingi mereka. (Muslim)

Jika jamaah hanya terdiri dari dua orang, maka makmum berdiri disamping kanan imam membentuk satu shaff, dan jika datang satu orang lagi maka dua orang makmum membentuk shaff baru dibelakang imam. dikarenakan hadist yang diriwayatkan oleh Jabir Ibn Abdullah, beliau berkata;
ثُمَّ جِئْتُ حَتَّى قُمْتُ عَنْ يَسَارِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخَذَ بِيَدِى فَأَدَارَنِى حَتَّى أَقَامَنِى عَنْ يَمِينِهِ ثُمَّ جَاءَ جَبَّارُ بْنُ صَخْرٍ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ جَاءَ فَقَامَ عَنْ يَسَارِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدَيْنَا جَمِيعًا فَدَفَعَنَا حَتَّى أَقَامَنَا خَلْفَهُ
Kemudian aku datang sehingga aku berdiri di sisi kiri Rasulullah, maka beliau memegang tanganku lalu memutarku sehingga beliau menempatkanku disisi kanannya. Kemudian Jabbar bin Shakhr dating lalu ia berwudlu, datang dan berdiri di sisi kanan Rasulullah Saw, beliau lalu memgang kedua tangan kami lalu mendorong kita, dan menemp[atkan kita dibelakang beliau. (HR. Muslim)

Selain itu hendaklah jamaah menempatkan imam ditengah, sesuai perintah Nabi saw ;
توسطوا الإمام وسدوا الخلل
Tempatkanlah imam di tengah dan tutuplah celah. (Abu Dawud)
Akan tetapi jika posisi imam telah pas, maka menempati shaff kanan lebih diutamakan ;
إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ
Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat atas sisi-sisi kanan shaff (Abu dawud)




Hendaknya Imam selalu mengingatkan makmumnya, dan kalau perlu ditunjuk orang-orang tertentu guna mengatur shaff.


Rapikan (luruskan dan rapatkan) shaf kalian, sesungguhnya rapinya shaf termasuk bagian dari menegakkan sholat. (HR. Bukhari)
سَوُّوا صُفًُوفَكُمْ فَإِنَ تَسْوِيَةَ الصَّفَ مِنْ تَمَا مِ الصَّلاَ ةِ
“Luruskan barisan kalian, karena lurusnya barisan merupakan bagian dari kesempu-rnaan shalat.”(HR. Imam Muslim).
عن أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ قَبْلَ أَنْ يُكَبِّرَ فَيَقُولُ تَرَاصُّوا وَاعْتَدِلُوا فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي
Dari Anas Ra ia berkata ; Rasulullah Saw menghadap kita dengan wajahnya sebelum bertakbir, lalu beliau berkata ; “Saling rapatlah kalian dan luruslah karena aku melihat kalian dari belakang punggungku”.
Diceritakan bahwa Rasul Saw terkadang berjalan melewati shaff dan meratakannya dengan tangannya yang mulia dari awal shaff hingga akhirnya. Dan ketika semakin banyak manusia yang ikut shalat pada zaman Khulafau-Rosyidiin sahabat Umar Ra memerintahkan seorang laki-laki untuk meratakan shaff ketika telah iqamat, kemudian ketika laki-laki itu datang dan berkata ; “Shaff telah rata”, Umar pun bertakbir untuk shalat, begitu pula yang dilakukan sahabat Ustman Ra.
Hadits An-Nu’man bin Basyir ﻪﻨﻋﷲﺍﻲﺿﺭ : Rasulullah ﻢﻠﺳﻭﻪﻴﻠﻋﷲﺍﻰﻠﺻ menghadap ke arah jama’ah shalat dan bersabda :
“Tegakkanlah shaf kalian, tegakkanlah shaf kalian, tegakkanlah shaf kalian. Demi Allah, bila kalian tidak menegakkan shaf kalian, maka Allah akan mencerai-beraikan hati kalian”.
An-Nu’man ﻪﻨﻋﷲﺍﻲﺿﺭ berkata : “Aku saksikan sendiri, masing-masing diantara kami saling menempelkan bahunya dengan bahu temannya, lututnya dengan lutut temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannya” (HR. Abu Dawud no. 662 dengan sanad shahih)
Hadits di atas mengandung faedah diantaranya :
- Disunnahkannya meluruskan shaf dalam shalat berjama’ah, bahkan banyak di antara ulama yang mengatakannya wajib. Hendaknya para jama’ah benar-benar memperhatikannya dengan memperhatikan kanan kirinya, mengatur diri, dan saling mengingatkan jama’ah lain, sehingga shaf dapat menjadi benar-benar lurus dari awal shalat sampai akhirnya.
- Termasuk juga kesempurnaan shaf shalat berjama’ah adalah dengan merapatkannya dengan tidak membiarkan ruang-ruang yang longgar/sela antar jama’ah. Caranya adalah dengan menempelkan nahu dengan bahu dan mata kaki dengan mata kaki antar jama’ah/makmum. Jangan ada perasaan risih karena tertempelnya badan saudara kita dengan badan kita.
- Hendaknya imam memperhatikan keadaan para jama’ahnya dengan selalu mengingatkan agar shaf selalu lurus dan rapat. Tidak cukup imam hanya berkata [sawwuu shufuufakum dst. “………ﻢﻜﻓﻮﻔﺻ ﺍﻭﻮﺳ”]. Tapi harus diikuti dengan mengingatkan dan memeriksa keadaan shaf jama’ahnya sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﻢﻠﺳﻭﻪﻴﻠﻋﷲﺍﻰﻠﺻ. Karena…… imam bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya (yaitu jama’ah/makmum). Rasulullah ﻢﻠﺳﻭﻪﻴﻠﻋﷲﺍﻰﻠﺻ bersabda :
“Setiap dari kamu adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tapi peringatan dan pemberitahuan tidaklah cukup, diperlukan kesadaran dan kerjasama seluruh jamaah dalam merapikan shaff, karena tidak mungkin shaff bisa rapi tanpa adanya pengertian dan kerjasama dari para jamaah.
2. KABAR BURUK BAGI YANG TIDAK MERAPATKAN SHOFF
Saudaraku, ketahuilah olehmu -semoga Alloh senantiasa menunjuki kita kepada ucapan dan perbuatan yang diridhoi-Nya- bahwa meluruskan shof/barisan dan merapatkannya ketika sholat berjama’ah merupakan salah satu Sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yang jika diremehkan atau tidak diamalkan akan mendatangkan kejelekkan bagi pelakunya. Semoga Alloh Ta’aala merohmati seorang ‘ulama yang mengatakan :
لاَ خَيْرَ فِيْ عَمَلٍ أَبْتَرَ مِنَ الْإِتِّبَاعِ وَ لاَ خَيْرَ فِيْ عَامِلِهِ
“Tidak ada kebaikan pada suatu amal yang terputus dari ittiba’ dan tidak ada kebaikan pula bagi pelakunya.” Majmu’ Fatawa, Ibnu Taimiyyah rohimahulloh juz XVI hal 526-529. Wallohu a’lam.
Ittiba’ yaitu mengikuti Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berdasar ilmu dan pemahaman yang benar; lawannya adalah Taqlid yaitu mengamalkan suatu amalan bukan berlandas ilmu dan pemahaman yang benar melainkan karena ikut-ikutan, persangkaan semata dsb.
Saudaraku, di antara perkara jelek akibat tidak meluruskan shof dan merapatkannya ketika sholat berjama’ah adalah :
Pertama,
orang yang tidak mau meluruskan dan merapatkan shof termasuk orang yang menentang perintah Alloh dan Rosul-Nya.

Saudaraku, sesungguhnya orang yang tidak mau meluruskan dan merapatkan shof ketika sholat berjama’ah, termasuk orang yang melanggar perintah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dimana beliau pernah bersabda :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ
Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Rapatkanlah shof-shof kalian, karena merapatkan shof-shof termasuk penegakan sholat” ( HSR. Bukhori no. 690 dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu )
Adapun dalam riwayat Imam Muslim dalam shohiehnya dengan redaksi berikut :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ ».
Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu dia berkataa, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Rapatkanlah shof-shof kalian, karena merapatkan shof-shof termasuk kesempurnaan sholat” ( HSR. Muslim no. 1003 )
Hadits yang mulia ini mengandung perintah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk merapatkan shof dan meluruskannya ketika sholat berjama’ah. Maka orang yang tidak mau merealisasikannya termasuk melanggar perintah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan itu termasuk perkara yang dilarang dalam ajaran Islam.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rosululloh bersabda : “Barangsiapa taat kepadaku, sungguh ia taat kepada Alloh. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka ia mendurhakai Alloh…” HSR. Bukhori no. 7137 dan Muslim no. 4854
Alloh Ta’aala memperingatkan hamba-hamba-Nya dengan firman-Nya : “…Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rosul-Nya agar merasa takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” ( QS. An-Nuur ; 24 : 63 )
Kedua,
membuka celah bagi syaithon.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ
Dari Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Rapatkanlah shof-shof kalian, rapatkanlah bahu-bahu kalian, tutuplah celah, berlemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian yang meluruskan shof, jangan biarkan ada celah untuk syaithon-syaithon, barangsiapa yang menyambung shof niscaya Alloh akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutus shof, niscaya Alloh akan memutusnya. ( HSR. Abu Dawud no. 666 dishohiehkan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam dalam Shohiehul Jaami’ no. 1187 )
Ketiga,
membuka sebab perselisihan.

Abu Abdulloh an-Nu’man bin Basyir rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : Saya mendengar Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ
“Kamu benar-benar meluruskan barisanmu atau Alloh benar-benar akan menjadikan perselisihan di antara kamu.” ( HRS. Bukhori no. 717 dan Muslim no. 1006 )
Dalam hadits shohih lainnya disebutkan :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ حَتَّى رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ فَرَأَى رَجُلًا بَادِيًا صَدْرُهُ مِنْ الصَّفِّ فَقَالَ عِبَادَ اللَّهِ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam merapikan barisan ( shof sholat ) kami seakan-akan beliau merapikan anak-anak panah sampai beliau yakin bahwa kami memahaminya. Kemudian suatu hari beliau keluar lalu berdiri hingga tatkala beliau akan bertakbir ( memulai sholat ), beliau melihat seseorang menonjolkan dadanya dari barisan maka beliau bersabda : “Wahai hamba-hamba Alloh, kalian benar-benar meluruskan shof kalian atau Alloh akan memberikan perselisihan di antara kamu.” HSR. Muslim no. 1007
Saudaraku, hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita bahwa tidak lurus dan rapatnya barisan ketika sholat berjama’ah memiliki dampak buruk bagi komunitas muslim itu sendiri. Di antaranya adalah hal tersebut termasuk sebab datangnya perselisihan hati kaum muslimin dan hilangnya persatuan dan kekompakkan di antara mereka.
Keempat,
merusak kesempurnaan sholat dan kebaikannya.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ
Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata : Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : ““Rapatkanlah shof-shof kalian, karena merapatkan shof-shof termasuk kesempurnaan sholat” ( HSR. Muslim no. 1003 )
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلَاةِ
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : ““Rapatkanlah shof-shof kalian, karena merapatkan shof-shof termasuk kebaikan sholat” ( HSR. Bukhori no. 722 dan Muslim no. 1005 )
Kelima,
diancam dijauhkan dari rohmat Alloh

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ
Dari Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Rapatkanlah shof-shof kalian, rapatkanlah bahu-bahu kalian, tutuplah celah, berlemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian yang meluruskan shof, jangan biarkan ada celah untuk syaithon-syaithon, barangsiapa yang menyambung shof niscaya Alloh akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutus shof, niscaya Alloh akan memutusnya. ( HSR. Abu Dawud no. 666 dishohiehkan Syaikh Al Albani rohimahulloh dalam dalam Shohiehul Jaami’ no. 1187 )
Wallohu a’lam
di tulis oleh Ibnu Mukhtar ~seorang hamba yang sangat membutuhkan ampunan dan rahmat Robbnya~ Berkata :
“Ya Alloh…ampunilah dosa dan kesalahan kami..perbaikilah keadaan seluruh kaum muslimin..bimbinglah kami selalu kepada apa-apa yang Engkau cintai dan ridhoi..jadikanlah sisa umur kami ini penuh ampunan, kebaikan dan keberkahan. Dan dengan rahmat-Mu wafatkanlah kami sebagai hamba-hambaMu yang sholeh, aamien..aamien..aamien..

Kamis, 20 Oktober 2011

MUROTTAL QUR'AN LINK DOWNLOAD

AbdulAzeez al-Ahmad
  1. Qs. Al-Fatihah
  2. Qs. Al-Baqarah 
  3. Qs. Ali Imran 
  4. Qs. An-Nisa 
  5. Qs.Al-Maida 
  6. Qs. Al-An'am 
  7. Qs. Al-Araf 
  8. Qs. Al-Anfal 
  9. Qs. At-Tauba 
  10. Qs. Yunus
  11. Qs. Hud
  12. Qs. Yusuf 
  13. Qs. Ar-rad
  14. Qs. Ibrahim 
  15. Qs. Al-Hijr 
  16. Qs. An-Nahl 
  17. Qs. Al-Isra
  18. Qs. Al-Kahf
  19. Qs. Maryam
  20. Qs. Taha
  21. Qs. Al-Anbiya
  22. Qs. Al-Hajj
  23. Qs. Al-Mu'minuun
  24. Qs. An-Nuur
  25. Qs. Al-Furqon
  26. Qs. Ash-Shuara 
  27. Qs. An-Naml 
  28. Qs. Al-Ankabuut 
  29. Qs, Ar-Ruum 
  30. Qs. Luqman 
  31. Qs. As-Sajada 
  32. Qs. Al-Ahzab 
  33. Qs. Saba 
  34.  Qs. Al-Fatir
  35. Qs. Yaasin 
  36. Qs. As-Saaffat 
  37. Qs. Sad 
  38. Qs. Az-Zumar 
  39. Qs. Ghafir 
  40. Qs. Fussilat 
  41. Qs. Ash-Shura 
  42. Qs. Az-Zukhruf 
  43. Qs. Ad-Dukhon 
  44. Qs. Al-Jathiya 
  45. Qs. Al-Ahqaf 
  46. Qs. Muhammad 
  47. Qs. Al-Fath 
  48. Qs. Al-Hujraat 
  49. Qs. Qaf 
  50. Qs. Adh-Dhariyat 
  51. Qs. At-Tur 
  52. Qs, An-Najm 
  53. Qs.Al-Qomar 
  54. Qs. Ar-Rahman 
  55. Qs. Al-Waqia 
  56. Qs. Al-Hadid 
  57. Qs. Al-Mujadila 
  58. Qs. Al-Hashr 
  59. Qs. Al-Mumtahina 
  60. Qs. As-Saff 
  61. Qs. Al-Jumua 
  62. Qs. AL-Munafikuun 
  63. Qs. At-Taghabun 
  64. Qs. At-Talaq 
  65. Qs. At-Tahrim 
  66. Qs. Al-Mulk 
  67. Qs. Al-Qalam 
  68. Qs. Al-Haaqqa 
  69. Qs. Al-Maarij 
  70. Qs. Nuuh 
  71. Qs. Al-Jin 
  72. Qs. Al-Muzzammil 
  73. Qs. Al-Muddathtir 
  74. Qs. Al-Qiyama 
  75. Qs. Al-Ihsan 
  76. Qs. Al-Mursalat 
  77. Qs. An-Naba 
  78. Qs. An-Naziat 
  79. Qs. Abasa 
  80. Qs. At-Takwir 
  81. Qs. Al-Infitar 
  82. Qs. Al-Mutaffifiin 
  83. Qs. Al-Inshiqaq 
  84. Qs. Al-Burooj 
  85. Qs. At-Tariq 
  86. Qs. Al-Ala 
  87. Qs. Al-Ghashiyah 
  88. Qs. Al-Fajr 
  89. Qs. Al-Balad 
  90. Qs. Ash-Syams 
  91. Qs. Al-Lail 
  92. Qs. Ad-Dhuha 
  93. Qs. Al-Inshirah 
  94. Qs. At-Tiin 
  95. Qs. Al-Alaq 
  96. Qs. Al-Qadr 
  97. Qs. Al-Bayyinah 
  98. Qs. Al-Zalzala 
  99. Qs. Al-Adiyat 
  100. Qs. Al-Qoriah 
  101. Qs. At-Takatsur 
  102. Qs. Al-Ashr 
  103. Qs. Al-Humazah 
  104.  Qs.Al-Fiil
  105. Qs. Quraish 
  106. Qs.Al-Maun 
  107. Qs. Al-Kautsar 
  108. Qs. Al-Kaafiruun 
  109. Qs. An-Nasr 
  110. Qs. Al-Masadd 
  111. Qs. Al-Ikhlas 
  112. Qs. Al-Falaq 
  113. Qs. An-Nas 

BACAAN BILAL UNTUK SHALAT JUM'AT DAN SHALAT HARI RAYA

Bilal Shalat Jum'at


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

معاشرالمسلمين وزُمْرَةَالمُؤمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ
.رُوِىِ فِي الخَبَرِالمَشْهُوْرِعَنْ أبِى هُرَيْرَة رَضِي اللهُ عَنْهُ أنّهُ قال
:قال رسول الله ص م
 
  :إذا قُلْتَ لِصَحِبِكَ أنْصِتْ وَالإمَامُ يَخْتُبُ يَوْمَ الجُمْعَةِ فَقَدْ لَغَوْت
....أنْصِتُوْاوَاسْمَعُوْاوَأطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهِ


إن الله وملائكته يصلون على النبي ياايهاالذين امنوا صلوا عليه وسلمواتسليما
اللهم صلى على سيدنامحمد سيدالمرسلين وعلى اله الطيبين الطاهرين واصحابهالاكرمين وارض عنهم اجمعين
برحمتك ياارحم الراحمين




  Bilal Shalat Hari Raya

قمة

ألصَّلَاةُ جَامِعَةْ رَحِمَكُمُ اللهِ. ×3
ألصَّلاَةُ سُنَّةَ العِيْدِ (الفِطْرِ / أضْحَا ) أَجَرَكُمُ اللهِ.
 ألصَّلَاةُ لآإِلَهَ إِلَّااللهِ مُحَمَّدٌ الرَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ.


معاشرل

أنصتوا واسْمعُوا و أطِيْعوا رحمكم الله (×3)
أنْصِتُوا لآ إله إلّا الله محمد الرسول الله  ص.م.

أللهم صلى على سيدنا محمد (×3)
أللهم صلى على سيدنا محمد و على أل سيدنا محمد


Ketika menghadap jemaah

 أللهم قَوّالإِسْلآمِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَ المُسْلِمَاتِ وَ المُؤمِنِيْنِ وَ المُؤمِنَاتِ ألأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الأمْوَاتِ وَسَيّرَهُمْ عَلَى مُؤيِّ الدّيْنَ وَاخْتِمْ لَنَا مِنْكِ وَيَا غَيْرُ النّاصِرِيْنَ . بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ.
وصلى الله على سيدنا محمد و على أله و صحبه و سلم آمين يا رب العالمين.


Shalawat Khutbah Kedua

أللهم صلى على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد و سلم و رضي الله تبارك وتعالى أن كل صحابة أجمعين.