Dear my future wife..
Terus terang saja, kau akan agak sedikit risih nanti oleh sikapku.
Aku akan sering sekali memarahimu ketika kau memuji-muji artis idolamu.
Aku akan sering sekali jealous nanti ketika kamu sekedar merespon pesan dari teman lelaki sekolahmu dulu untuk sekedar bertukar kabar.
Mungkin kau akan disibukkan olehku dengan berbagai macam perintah, kau akan direpotkan dengan mengurusku setiap pagi, menyiapkanku sarapan, menyeduhkanku kopi, merapikan kemejaku sesaat sebelum aku berangkat kerja.
Belum lagi nanti ketika kita dipercaya dan dititipkan Allah mujahid/mujahidah, mungkin kesibukanmu akan lebih dari itu. Tapi tenang saja, kau tak akan sendiri. Aku akan menjadi partner terbaikmu untuk itu. In syaa Allah.
Dear, my future wife..
Maaf kalau nantinya aku selalu cerewet perihal pakaianmu. Terus terang saja, kau akan hanya bisa gigit jari melihat berbagai macam glamor mode pakaian wanita yang sebenernya ingin kau miliki. Bukannya apa, aku hanya tidak rela kau menjadi santapan mata-mata para pria yang bukan mahrommu. Wallahi aku tidak akan bisa merelakannya. Aku hanya ingin kau terlihat menarik dan indah ketika hanya di hadapanku, hanya untukku saja.
Dear my future wife..
aku akan mencintaimu, menyayangimu hanya demi dan atas nama Allah sahaja.
Bahkan ketika kau melakukan khilaf dan dosa, aku akan tetap menyayangimu, karna kau menjadi tanggung jawabku di hadapan-NYA kelak. Demi dan atas nama Allah aku akan membimbingmu menuju ridhonya, hingga Allah kembali mempertemukan kita di Jannah-NYA. Uhibbuki lillah.